Senin, 04 Februari 2013

meningkatkan kebersihan


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana atas rahmat-Nya saya masih diberi kesehatan sehingga dapat menyelesaikan karya tulis yang sederhana ini pentingnya pengaruh lingkungan hijau terhadap prestasi siswa. Namun banyak komponen baik struktural, fungsional, maupun lingkungan yang dapat mempengaruhi proses tersebut. Dengan demikian studi mengenai fungsi ini sangat penting untuk dapat mencermati respon para teman-teman terhadap lingkungan.
Saya mengucapkan terimakasih kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Bojongsoang dan Para Guru yang turut membantu perolehan literature terkait dalam penyelesaian tulisan ini. Karya ilmiah remaja ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan tulisan-tulisan berikutnya. Akhir kata saya berharap semoga karya tulis remaja ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

                                                                                   



Bandung,    November 2012
                                                                                            Penyusun




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

            Sekolah adalah rumah kedua bagi siswa,guru, dan juga para warga sekolah, terutama kelas. Kelas yang dijadikan sebagai tempat dimana banyak aktivitas belajar mengajar dilakukan. Berdasarkan UU No. 9 Pasal 3 tahun 1960 menyatakan bahwa Pertumbuhan anak yang sempurna dalam lingkungan hidup yang sehat adalah penting
untuk mencapai generasi yang sehat dan bangsa yang kuat. Pengertian dan kesadaran
rakyat tentang pemeliharaan dan perlindungan kesehatan adalah sangat penting untuk
mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
            Tentunya dengan kelas yang bersih dan sehat yang dapat melahirkan siswa-siswi yang pintar dan cerdas. Dapat dilihat bahwa ruangan kelas yang ada disetiap sekolah di Indonesia kemungkinan banyak coretan-coretan, sampah, bangunan yang kurang terawat begitupun dengan kelasnya.
            Di Bandung pun banyak terlihat kelas yang kotor karna kurang kesadaran para siswa yang belum mengoptimalisasikan kegiatan piket dikelasnya. Seperti banyaknya sampah dikolong meja,coretan-coretan meja dan bangunan sekolah, lantai-lantai yang kotor,peralatan-peralatan yang kurang memadai. Hal ini juga terjadi disekolah kami SMAN 1 BOJONGSOANG yang kami tempati untuk belajar dikelas XI IPA 1.
             Dikelas XI IPA 1 yang luasnya …. terdapat 37 siswa dengan keadaan ruang kelasnya yang terlihat kotor, banyak sampah dikolong meja, terdapat coretan-coretan dimeja, masalah ini terjadi dikarnakan banyaknya siswa yang belum peduli atau kurangnya kepedulian terhadap ruang kelasnya. Hal ini terlihat semakin sedikitnya siswa yang peduli terhadap pelestarian dan kebersihan kelas. Banyak siswa yang menyebabkan ruangan menjadi kotor akibat sampah yang sengaja dibuang dibawah meja, sampah tersebut akhir-akhir ini dirasa sudah mulai mengganggu aktivitas siswa, selain karna mengganggu pemandangan estetika juga bisa menjadi sumber penyakit dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
            Lingkungan sekolah yang kondusif sangat diperlukan dalam menghasilkan tamatan yang cakap melalui proses belajar mengajar berbasis sistem pendidikan bermutu, tidak itu saja lingkungan sekolah yang kondusif juga akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup bermutu yang pada saat ini sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing bangsa dimata dunia, sekaligus melestarikan lingkungan kelas yang sehat dan bersih.
            Hal ini hendaklah menjadi perhatian khusus bagi penanggung jawab sekolah dan komunitasnya dalam menata kembali lingkungan kelas dari berbagai macam masalah, disamping menciptakan budaya pelaku pendidikan yang berwawasan kebersihan. Sehingga, dirasakan perlu untuk mengoptimalisasikan kegiatan piket kelas dikelas XI IPA 1.
            Menurut pendapat kami usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menyiapkan kebersihan piket, mengingatkan dan juga ikut membersihkan kelas.

B.     Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan bahwa melaui optimalisasi kegiatan piket kelas dapat meningkatkan kebersihan piket kelas.
           
            “Apakah upaya mengoptimalisasikan kegiatan piket kelas SMAN 1 BOJONGSOANG dikelas XI IPA 1 dapat meningkatkan kebersihan kelas?

C.    Tujuan Penelitian
            Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk :
1.      Supaya kebersihan dikelas kita tetap terjaga
2.      Meningkatkan kesadaran siswa-siswi akan pentingnya kebersihan kelas
3.      Upaya siswa mengerti akan pentingnya fungsi kelas
4.      Meningkatkan optimalisasi kegiatan piket kelas

D.    Manfaat Penelitian
            Penelitian ini diharapkan dapat member manfaat kepada berbagai pihak diantaranya sebagai berikut:
1.      Manfaat bagi Siswa
a)      Dapat menjadi kebiasaan baik bagi siswa sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar
b)      Dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat diterapkan dilingkungan masyarakat yang bermanfaat bagi siswa dan menerapkannya dalam kehidupan yang nyata
2.      Manfaat bagi Guru
a)      Memperoleh kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar
b)      Mempunyai metode belajar mengajar yang menyenangkan didalam kelas dengan kondisi kelas yang nyaman, bersih, dan sehat
3.      Manfaat bagi Sekolah
Memiliki sekolah dengan kelas yang bersih, sehat, indah, nyaman yang dapat membuat siswa lebih nyaman dalam belajar dan dapat meningkatkan minat belajar siswa dengan kelas yang bersih.


 BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pelaksanaan Kebersihan Disekolah
a. Kegiatan pembersihan harian
     Kegiatan ini di lakukan setiap hari kerja efektif pada waktu sebelum kegiatan pembelajaran di kelas di mulai, mulai jam 06.00 – 07.00 WIB. Tujuan nya untuk membersihkan ruang kelas dan halaman sekitar ruang kelas masing-masing, serta halaman sekitar kantor atau ruang lainnya yang berdekatan dengan kelas siswa .
b. Kegiatan Pembersihan mingguan
     Kegiatan ini diberi istilah sabtu bersih , yang di laksanakan sebelum kegiatan pembelajaran dikelas di mulai , mulai 07.00 – 07.30 Wib . program kegiatan nya bersifat masal yang melibatkan para siswa dan warga sekolah lainnya tujuan nya untuk membersihkan lingkungan sekolah secara keseluruhann . khusus para siswa , dalam kegiatan pembersihan tersebut dibagi berkelompok , dan masing-masing kelompok membersihkan lingkungan atau halaman sekolah yang telah di tetapkan dalam kegiatan ini kadang kala para siswa di minta membawa peralatan kebersihan.

2.2  Permasalahan dalam membersihkan lingkungan sekolah beberapa kesulitan yang di alami dalam membersihkan lingkungan sekolah adalah sebagai berikut :
1)   Setiap keluar istirahat sampah jajanan mulai banyak berserakan
2)   Kurang nya kesadaran para siswa dalam membersihkan lingkungan sekolah .
3)   Kurang nya fasilitas untuk membersihkan lingkungan sekolah terutama dalam membersihkan kelas .
2.3  Pengaruh kebersihan terhadap proses belajar mengajar
     Lingkungan belajar yang efektif adalah sebuah lingkungan belajar yang produktif , dimana sebuah lingkungan belajar yang di desain atau di bangun untuk membantu pelajar meningkat kan produktisitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajar tercapai sesuai dengan apa yang di harapkan. Hal ini dapat digambarkan  dengan kemudahan para pelajar dalam berpikir , berkreasi juga mampu secar aktif di karenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung sehingga timbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proser belajar mengajar berlangsung. Berbeda hal nya dengan pelajar yang memiliki sbuah lingkungan belajar yang kotor , tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosan kan sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses belajar mengajar di karena kan lingkungan yang kotor tidak konduktif dan efektif.




BAB III
PEMBAHASAN

3.1     Kondisi kebersihan di kelas XI IPA 1
Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar , oleh karena itu kebersihan di kelas harus di jaga . begitu pula dengan kebersihan di kelas XI IPA 1 yang harus kita jaga dan kita lestarikan kondisi kelas XI IPA 1 saat ini belum menunjukan kelas yang bersih . masih banyak kita jumpai sampah-sampah yang sengaja di buang sembarangan padahal , tempat-tempat tersebut bukan lah tempat sampah .  Pihak sekolah sudah melakukan tindakan-tindakan untuk tercapai nya ruangan kelas yang bersih indah sehat dan nyaman . Hal tersebut menunjukan betapa rendah nya tungkat kesadaran siswa dan siswi XI IPA 1 dalam menjaga kebersihan kelas .
3.2  Peran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas
Agar sekolah terlihat bersih , siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan kelas dengan cara tidak membuang sampah sembarangan , selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuang nya pada tempat sampah yang telah tersedia . serta siswa di harapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran , dengan begitu , bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang di buat oleh siswa-siswa .
3.3  Dampak kondisi kelas terhadap siswa-siswi
Dalam proses pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi prestasi siswa. Salah satunya yaitu kebersihan kelas, kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapih maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasi pun itu bisa lebih fokus, dengan begitu system kerja otak akan semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika kelas terlihat kotor dan kumuh, pembelajaran atau materi yang akan di berikan oleh guru oleh sulit di terima oleh siswa.

      Kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dari lingkungan dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan yaman . kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan . sebaliknya , kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi , juga menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, upaya meningkatkan kebersihan kelas melalui optimalisasi kegiatan piket kelas di XI IPA 1 . Lingkungan hidup biasa juga disebut dengan lingkungan hidup manusia (human environment) atau dalam sehari-hari juga juga cukup disebut dengan “lingkungan” saja. Unsur-unsur lingkungan hidup itu sendiri biasanya terdiri dari : manusia,hewan,tumbuhan dll. Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia-manusia .Dengan kata lain , lingkungan hidup tidak terlipas dari kehidupan manusia .Istilah lingkungan hidup , dalam bahasa inggris disebut Enviroment, dalam bahasa belanda disebut dengan Milieu , sedangkan dalam bahasa perancis disebut dengan I’enviroment .
      Menurut Prof Dr.Ir.Otto Soemarwoto lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita . Prof . Dr. ST. Munadjat Danusaputro , SH. Lingkungan hidup adalah sebagai semula benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya , yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya .
      “Health is not everything but without health everything is nothing”.
Slogan diatas sangatlah tepat untuk menjadi cerminan perilaku kita sehari-hari , karena betapa ruginya kita semua jika dalam keadaan sakit . Waktu produktif kita menjadi berkurang , belum lagi biaya berobat yang semakin mahal menjadi beban lagi keluarga dan sanak saudara kita .
Menurut Hendrick , L .Blumm , terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat , yaitu faktor :
1)      Perilaku
2)      Lingkungan
3)      Keturunan dan
4)      Pelayanan kesehatan
Dari 4 faktor diatas ternyata pengaruh perilaku besar di ikuti oleh pengaruh perilaku cukup besar di ikuti oleh pengaruh faktor lingkungan . ke empat faktor diatas sangat berkaitan dan saling mempengaruhi .


BAB IV
METODE PENULISAN
Metode dan Teknik Penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengamatan Langsung/Observasi di Lapangan
Pada teknik ini penulis terjun langsung meneliti ke lapangan untuk mengetahui bagaimana kebersihan lingkungan dan bagaimana peranan masyarakat setempat terhadap masalah kebersihan lingkungan..
2.      Studi Pustaka
Pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah melalui media buku dan internet, serta yang berkaitan dengan masalah kebersihan kelas yang sudah tercemar oleh sampah.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Kondisi kebersihan XI IPA 1 masih tergolong belum sepenuh nya bersih , karena masih di temukan sampah-sampah di dalam kelas . Kebanyakan siswa masih berlaku acuh tak acuh terhadap kebersihan kelas nya . Hal ini bisa dilihat dari coretan-coretan di bangku sekolah , dan dinding-dinding sekolah . masih kurangnya tingkat kesadaran akan pentingnya kebersihan di kalangan siswa/I XI IPA 1.

5.2 Saran
• Menegakan peraturan piket di kelas masing-masing.
• Mengadakan sabtu bersih.
• Menindak atau memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang mengotori        lingkungan sekolah.
• Menjaga penyedian sarana kebersihan (sapu,kemoceng,lap) di setiap kelas .